Info Sekolah
Kamis, 05 Mar 2026
  • Situs Resmi SD GMIT Manumuti
  • Situs Resmi SD GMIT Manumuti
19 Januari 2026

Ibadah Buka Usbu SD GMIT Manumuti Tarus: Menanamkan Hikmat yang Lebih Berharga dari Emas

Sen, 19 Januari 2026 Dibaca 172x Berita Sekolah

TARUS, KUPANG – Mengawali pekan dengan semangat iman, keluarga besar SD GMIT Manumuti Tarus berkumpul di Aula Sekolah pada Senin pagi (19/01/2026) untuk melaksanakan Ibadah Buka Usbu. Ibadah yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh kepala sekolah, para guru, dan seluruh siswa sebagai bentuk penyerahan diri kepada Tuhan sebelum memulai aktivitas belajar mengajar.

Pesan Amsal 8:11: Ilmu sebagai Harta Sejati

Pesan rohani kali ini didasarkan pada nats Alkitab Amsal 8:11, yang berbunyi: “Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.”

Dalam khotbahnya, disampaikan ilustrasi mengenai perbandingan dua buah kotak: kotak pertama berisi emas dan perak, sementara kotak kedua berisi buku dan pensil. Pesan ini menekankan bahwa belajar dan mendengar nasihat jauh lebih penting daripada sekadar mengejar materi. Ilmu dan hikmat disebut sebagai “harta jangka panjang” yang akan terus menyertai siswa hingga masa depan.

Tiga Langkah Meraih Hikmat

Siswa diajak untuk mempraktikkan tiga cara utama dalam menuntut ilmu dengan rajin dan penuh sukacita sesuai kehendak Tuhan:

  1. Dengar-dengaran kepada Orang Tua.
  2. Mencintai Alkitab.
  3. Karakter yang Terbuka.

Semangat Belajar di Aula Sekolah

Meskipun ibadah dilaksanakan di dalam aula, antusiasme siswa tetap terpancar melalui pujian-pujian yang dikumandangkan. Ibadah Buka Usbu ini diharapkan menjadi bahan bakar semangat bagi siswa SD GMIT Manumuti Tarus untuk menjalani proses belajar selama sepekan ke depan dengan penuh sukacita dan integritas.

Ibadah kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran kegiatan sekolah dan kesehatan seluruh warga sekolah.

Penulis: (Yana Taopan)Tempat: Aula SD GMIT Manumuti Tarus, Kupang.

Artikel ini memiliki

1 Komentar

“Berita yang sangat memberkati. Sangat setuju dengan poin bahwa rendah hati dan mau ditegur adalah kunci hikmat. Semoga kegiatan ini terus konsisten dilaksanakan demi membentuk generasi Tarus yang cerdas dan takut akan Tuhan.”

Tinggalkan Komentar