Info Sekolah
Kamis, 05 Mar 2026
  • Situs Resmi SD GMIT Manumuti
  • Situs Resmi SD GMIT Manumuti
19 Januari 2026

Tinta Emas di Atas Kertas: Siswi SD GMIT Manumuti Sabet Juara 2 Lomba Puisi Nasional

Sen, 19 Januari 2026 Dibaca 84x Karya Siswa

KUPANGTarus Sebuah kejutan manis sekaligus mengharukan menyelimuti keluarga besar SD GMIT Manumuti pada penghujung tahun 2025. Merriquenn Laurany Teda, siswi kelas 6C, secara mengejutkan berhasil meraih predikat Juara 2 dalam Lomba Menulis Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang.

Keberhasilan ini terasa sangat emosional bagi pihak sekolah. Di tengah rasa rendah hati sebagai sekolah yang merasa “bukan apa-apa”, ternyata talenta anak didik mereka mampu bersinar dan berbicara banyak di level nasional, bersaing ketat dengan peserta dari berbagai daerah di luar Nusa Tenggara Timur.

Ibu Yana Taopan saat membimbing Quenn dalam menyempurnakan naskah puisi tulis tangannya.”

Prestasi ini bermula saat sekolah menerima informasi lomba melalui flyer resmi IAKN Kupang pada Oktober 2025. Kepala Sekolah SD GMIT Manumuti, Ibu Yana Taopan, kemudian memberikan tantangan tema kepada para siswa di kelas menulis. Dari sekian banyak karya, tulisan Quenn terpilih karena memiliki potensi kuat meski awalnya masih memerlukan perbaikan teknis.

Persiapan dilakukan dalam waktu sangat singkat, yakni hanya satu minggu. Di bawah bimbingan langsung Ibu Yana Taopan, Quenn fokus merajut kata-kala bertema kemerdekaan. Meski sempat terkendala minimnya informasi format naskah dari panitia, sekolah memutuskan untuk tetap mengirimkan naskah asli tulisan tangan. Tanpa menaruh ekspektasi tinggi mengingat skala lomba yang nasional, ketulusan goresan pena Quenn justru memukau dewan juri. Hasil resmi yang diumumkan pada 5 November 2025 menetapkan Quenn sebagai salah satu pemenang terbaik.

“Amanah Pagi di Tiang Bendera” dan Perjalanan Menuju Juara

Puisi kemenangan yang ditulis tangan oleh Quenn diberi judul yang sangat menggugah: “Amanah Pagi di Tiang Bendera”. Melalui bait-baitnya, Quenn menggambarkan bendera merah putih sebagai “warisan nenek moyang” yang menyatukan janji, perjuangan, dan sumpah.

Secara filosofis, puisi ini memaknai bendera bukan sekadar kain, melainkan saksi sejarah yang terikat di ujung tiang untuk menyinari Indonesia yang gelap. Pesan mendalam bahwa “warnamu tak pernah pudar” dari fajar hingga terbenam mencerminkan semangat spiritualitas dan nasionalisme yang tak kunjung padam, sesuai dengan tema lomba “Sinergi Kreativitas & Spiritualitas Untuk Pendidikan Berkualitas”. Kedalaman makna inilah yang mengantarkan Quenn meraih total poin 90.

“Sekretaris Badan Pendidikan Sinode GMIT memberikan dukungan langsung atas prestasi membanggakan yang diraih Quenn.”

Apresiasi dari Badan Pendidikan Sinode GMI

Kabar gembira ini segera diteruskan pihak sekolah kepada Badan Pendidikan Sinode GMIT. Respon cepat diberikan oleh Sekretaris Badan Pendidikan, Pendeta Yulius Mawadu, S.Th., yang langsung turun menemui Quenn secara pribadi. Sebagai bentuk penghargaan, pihak Sinode memberikan apresiasi berupa uang tunai yang diserahkan langsung kepada orang tua Quenn sebagai dukungan bagi masa depan pendidikannya.

Pihak sekolah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia penyelenggara dari IAKN Kupang yang telah memberikan wadah bagi anak-anak untuk berprestasi. Hingga saat ini, kebanggaan tersebut kian lengkap dengan pemberian penghargaan dalam bentuk uang yang langsung ditransfer ke rekening orang tua, sembari menunggu sertifikat resmi yang saat ini masih dalam proses pencetakan oleh pihak penyelenggara.

Prestasi ini menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mengukir sejarah. Kebanggaan ini bukan sekadar tentang juara, melainkan tentang keberanian seorang anak dari SD GMIT Manumuti untuk percaya pada kemampuannya di panggung nasional.

Penulis: Yana Taopan, Tempat : SD GMIT Manumuti.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar